Langsung ke konten utama

Pertemuan 5 : Jobdes Proesi Kehumasan

 JOBDES PROFESI KEHUMASAN

Jobdes merupakan kepanjangan dari Job Description. Job description atau uraian jabatan atau gambaran tugas adalah suatu pernyataan tertulis yang berisi tujuan dari dibentuknya suatu jabatan/tugas. Uraian ini berisi gambaran tentang apa yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan, bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, alasan-alasan mengapa pekerjaan tersebut dilakukan, hubungan antara suatu posisi tertentu dan posisi lainnya di luar lingkup pekerjaannya dan di luar organisasi (eksternal) untuk mencapai tujuan unit kerja dan perusahaan secara luas.

Public Relations/PR atau yang dikenal dengan humas merupakan profesi yang berperan sebagai jembatan komunikasi berbagai pihak. Humas harus paham betul konsep komunikasi, sehingga bisa menyusun strategi komunikasi dan siap mengeksekusi setiap program komunikasi dengan sebaik-baiknya. Seorang humas juga dituntut untuk cakap dalam membangun hubungan timbal balik dengan para stakeholder supaya tujuan pribadi, organisasi, atau perusahaan bisa tercapai.

A.    KOMPETENSI PROFESI HUMAS

Berikut beberapa standar kompetensi humas diantaranya :

1.      Ability to communicate (kemampuan berkomunikasi )

• Kemampuan berkomunikasi bagi seorang PR sangatlah penting. Komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam bentuk lisan, yakni ia harus mampu berbicara di depan umum, harus mampu melakukan presentasi, mampu mewawancarai dalam upaya mengumpulkan fakta dan data, dan diwawancarai pers atau wartawan sebagai sumber berita dan kemampuan berkomunikasi lisan lainnya. • Dalam komunikasi tulisan harus mampu membuat press release untuk dikirim ke media massa, membuat artikel dan feature untuk house jurnal yang akan diterbitkan perusahaan, menulis laporan, membuat naskah pidato untuk manajemen, menulis konsep iklan layanan masyarakat, menulis brosur dan selebaran dan bentuk komunikasi tulisan lainnnya.

2.      Ability to organize ( kemampuan manajerial atau kepemimpinan )

• Kemampuan manajerial atau kepemimpinan seorang PR dapat diartikan sebagai kemampuan mengantisipasi masalah di dalam maupun luar organisasi, termasuk kemampuan untuk menyusun rencana kegiatan dan melaksanakannya. Seorang PR diharapkan mampu mengorganisasikan kegiatan PR. Profesi PR harus mampu berpikir jernih dan obyektif.  • Selain itu seorang PR harus mampu bergaul atau membina relasi artinya harus mampu berhubungan dan bekerjasama dengan berbagai macam orang dan mampu menjaga komunikasi yang baik dengan orangorang yang berbeda, termasuk dengan orang –orang dari berbagai tingkatan.

3.      Ability on get the with people ( kemampuan bergaul atau membina relasi) 

• Setiap orang yang berprofesi PR harus selalu memperluas jaringan atau networking sehingga dapat memperlancar tugasnya sebagai pejabat PR. Personal Aproaching (pendekatan personal) harus dilakukan seorang profesi PR, kendati tetap dalam koridor mempertahankan integritas profesi masing-masing.  • Seorang PR yang handal sangat luas pergaulannya, bahkan banyak dikenal orang, dan seringkali seorang PR menjadi newsmaker atau pembuat berita di surat kabar, majalah atau televisi. Kurang pergaulan bagi seorang PR menjadi kartu mati bagi berkembangnya karir dirinya.

4.      Personality integrity (memiliki kepribadian yang utuh dan jujur) 

• Kepribadian yang utuh dan jujur artinya seorang PR harus memiliki kredibilitas yang tinggi, yakni dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain, dan dapat diterima sebagai yang memiliki kepribadian utuh dan jujur. Sebagai seorang PR yang menjadi sumber berita bagi pers atau media massa,informasi yang disampaikan dapat dipercaya dan memiliki nilai berita tinggi. Dalam melakukan kegiatan PR selalu menerapkan etika profesi PR yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan misinformasi, miskomunikasi atau mispengertian. Hubungan yang terjadi pada publiknya tercapai mutual understanding ( saling pengertian).

5.      Imagination (banyak ide dan kreatif) 

• Memiliki imajinasi (banyak ide dan kreatif) dalam pengertian seorang PR harus memiliki wawasan yang luas, permasalahan serumit apapun harus diketahui benang merah persoalannya.  • Berpikir kreatif dituntut bagi seorang PR, artinya seringkali dalam mengambil tindakan cukup diplomatis dalam penyampaian. Seorang PR harus tetap mengasah kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan PR lainnya, karena tugas PR semakin hari semakin berat, ditengah masyarakat yang semakin kritis, perkembangan teknologi informasi semakin pesat, persaingan perusahaan semakin tajam dan perusahaan selalu bersentuhan dengan pers atau media massa sebagai pembentuk opini public.

 

B.     PERAN, FUNGSI SERTA TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB HUMAS/PR

1.      Peran Humas/ PR

·         Interpreter atau in the middle (Penerjemah)

Yaitu public relations berperan sebagai sumbu antara manajemen dengan public internal maupun eksternal. Public relations harus mampu mengintepretasikan dinamika dan kebutuhan serta perilaku publik terhadap manajemen dan sebaliknya. Untuk bisa memikul peran ini, public relations harus mempunyai akses pada manajemen bahkan top manajemen. Peran ini sering disebut juga sebagai fasilitator komunikasi (komunikator/mediator).

·         Lubricant (pelumas atau pelicin)

Dalam menciptakan hubungan internal yang harmonis dan efisien seorang public relations berperan sebagai pelumas atau pelicin. Peran ini memungkinkan public relations mencegah timbulnya kemungkinan perpecahan dalam organisasi melalui komunikasi yang efektif. Misalnya dalam suatu pertemuan/rapat dengan pihak internal organisasi untuk menentukan suatu kebijakan baru perusahaan/organisasi ataupun yang lainnya, seorang public relation membantu pimpinan menjelaskankembali apa yang telah disampaikan pimpinan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan publik internal pun dapat menafsirkan/mengerti dengan jelas apa yang dipaparkan/dikatakan oleh seorang public relation tanpa menimbulkan permasalahan.

·         Pemonitoring dan pengevaluasi

Seorang public relation berperan untuk mengantisipasi setiap perubahan yang mungkin saja berdampak negatif terhadap organisasi. Dalam hal ini, public relation haruslah pandai dalam mengawasi setiap tindakan publik (pemonitoring) dan mengevaluasi (pengevaluasi) semua kegiatan yang berhubungan dengan publik. Pada tahapan evaluasi ini dilakukan perbaikan-perbaikan untuk menciptakan hubungan yang harmonis diantara publik suatu organisasi. Misalnya ketika perusahaan/organisasi mengadakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan publik, seorang public relation harus stanby me-monitoring (memantau) kegiatan tersebut dari awal hingga akhir dan setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan kemudian ikut mengevaluasi terkait kelebihan dan kekurangan dari diadakannya kegiatan tersebut.

·         Komunikasi

Seorang public relation harus mampu menggunakan teknik-teknik komunikasi yang efektif kepada publik internal maupun eksternal untuk terciptanya saling pengertian. Dengan begitu semua informasi dapat tersampaikan secara langsung dan dapat diterima dengan baik oleh publik (tidak terjadi prasangka yang buruk).

 

2.      Fungsi Humas/PR

Menurut Onong Uchjana Effendy, merumuskan bahwa fungsi public relations sebagai berikut:

-          Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.

-          Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik eksternal maupun internal.

-          Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.

-          Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.

 

Pendapat tersebut memberikan gambaran bahwa fungsi public relations yaitu untuk menciptakan komunikasi dua arah guna untuk menyebarkan informasi kepada publik. Adanya komunikasi tersebut juga dapat menyalurkan opini publik tentang organisasi.

Sebenarnya tugas humas ini memiliki fungsi dasar yang cukup penting. Beberapa fungsi tersebut meliputi:

-          Fungsi pemberi informasi

Humas seperti halnya jembatan yang menyambungkan perusahaan dengan customer dan konsumen. Humas dalam hal ini bisa memberikan segala informasi yang berkaitan dengan perusahaan. Penyampaian informasi tidak terbatas sampai hal itu saja tetapi seorang humas atau PR juga bisa memberikan informasi mengenai sebuah produk barang atau jasa yang sedang atau telah dikeluarkan oleh perusahaan tertentu. Informasi haruslah disampaikan kepada para konsumen dan kepada publik secara lebih jelas dan lebih detail agar informasi dapat diterima dengan baik oleh para konsumen dan pelanggan.

 

-          Fungsi pemasaran

Tidak hanya memberikan informasi kepada publik saja tetapi memasarkan suatu produk yang diproduksi atau dijual oleh sebuah perusahaan bisa saja menjadi tugas dari seorang humas. Dalam memasarkan produk barang atau jasa maka humas biasanya menggunakan kalimat yang bersifat persuasif. Tentu saja hal ini dilakukan dengan tujuan agar konsumen bisa tertarik dengan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kalimat persuasif yang diberikan pada konsumen akan berdampak pada timbulnya minat dan daya tarik konsumen baik kepada produk yang ditawarkan maupun kepada perusahaan. Pemasaran produk juga dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan produk yang mungkin saja baru saja dikeluarkan oleh perusahaan sehingga bisa laris di pasaran.

 

-          Fungsi layanan pelanggan

Layanan pelanggan selalu dibutuhkan keberadaannya di setiap perusahaan. Dengan adanya layanan pelanggan ini maka setiap pelanggan bisa mengutarakan keluhannya baik mengenai produk yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun mengenai layanan tidak baik yang diterimanya. Humas umumnya bertugas menerima segala keluhan yang diberikan oleh nasabah atau klien atau pelanggan. Keluhan ini sudah seharusnya didengarkan dan diterima dengan baik serta diupayakan agar tidak sampai terjadi lagi. Dengan adanya layanan ini maka pelanggan atau nasabah tentu akan merasa puas sehingga semakin bertambah loyalitasnya pada perusahaan. Nasabah atau pelanggan yang mengutarakan keluhan kepada seorang humas bisa menjadi masukan positif bagi perusahaan. Hal ini pada akhirnya dapat membuat perusahaan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

 

3.      Tugas/Tanggungjawab Humas

Hadari Nawawi menjelaskan tugas pokok humas organisai atau lembaga meliputi kepada:
a. Memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkannya agar diketahui maksud, tujuan dan kegiatan-kegiatan organisasi

b. Membantu pimpinan dalam memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya

c. Membantu pimpinan mempersiapkan bahan-bahan informasi yang akan disampaikan pada masyarakat

d. Membantu pimpinan dalam mengembagkan rencana dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (public service) sebagai bentuk dari komunikasi timbal balik.

Informasi menjadi bagian penting bagi humas dalam menjalin hubungan dengan publiknya. Informasi merupakan kumpulan dari berbagai data yang disatukan menjadi sebuah pesan. Humas bertugas dalam memilih, mengenali, dan memanfaatkan informasi untuk kepentingan organisasi dan memenuhi kebutuhan publiknya.

Oxley (dalam Iriantara, 2010: 6) menjelaskan tugas-tugas yang dijalankan humas terdiri atas:

a.       Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal dan ekternal

b.      Meneliti, menafsirkan dan mengantisipasi sikap publik terhadap organisasi

c.       Menjadi penghubung antara manajemen dengan publiknya

d.      Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang mempengaruhi hubungan publik dengan organisasi.

Jadi, keberadaan humas dalam sebuah perusahaan atau organisasi memiliki peran dan tugas yang strategis, yaitu sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan semua publik. Aktivitas yang dilakukan humas dengan menggunakan dan memilih media komunikasi yang tepat. Media akan menjadi alat tersampaikannya suatu pesan dengan mudah dan dapat dipahami.

 

C.     CARA KERJA HUMAS/PR

Menjadi Pekerja Humas yang Profesional

Sebagai pekerjaan yang berhubungan dengan masyarakat luas (publik) maka keberadaan pekerja di bidang Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) perlu mendapat perhatian sekaligus sorotan. Terutama dalam kaitan produk kerja maupun sumberdaya manusianya sehingga dalam perkataan lain bidang pekerjaan ini dapat disebut sebagai suatu profesi atau pelakunya dapat dikategorikan sebagai profesional.

 

Adiwaluyo (2005) dalam tulisan berjudul Leadership Park, mengutip kamus terbitan Institute of Public Relations (IPR), yakni sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris menyebutkan bahwa “humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Jadi, humas adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasi sedemikian rupa sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya itu berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Kegiatan humas sama sekali tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau dadakan. Tujuan humas itu sendiri adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan (atau lazim disebut sebagai seluruh “khalayak “ atau publiknya).

 

Dalam pengertian umum, profesi dapat diartikan sebagai pekerjaan. Tentu saja pekerjaan dalam pengertian ini bukanlah sembarang pekerjaan bisa disebut profesi, karena jika dikaitkan dengan perkataan profesional maka harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai atribut yang melekat dalam sistem dan mekanisme kerjanya. profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah.

 

Beberapa atribut agar suatu pekerjaan dapat disebut profesi dan pelakunya disebut profesional, di antaranya:

 

 

-          Ada Ilmunya

Dimaksudkan, pekerjaan yang dilakukan mempunyai dasar keilmuan. Dalam perkataan lain, bahwa pekerjaan yang ditekuni itu melalui proses pembelajaran berkelanjutan, bisa dipelajari (ada sekolahnya), para pelaku tentu mengenyam dunia pendidikan, pengajaran, dan pelatihan, bahkan menekuni hingga memahami filosofi keilmuannya. Ini penting, mengingat seseorang yang disebut profesional selalu memiliki landasan pijak yang jelas, bekerja menggunakan cara (baca: metode) alias tidak asal-asalan.

-          Menjiwai pekerjaan

Dimaksudkan, ketika menjalankan profesinya selalu serius, teliti/cermat, tekun, jujur dalam mengimplementasikan kepakaran/keahlian dan menjadikan setiap pekerjaan yang dihadapi merupakan sebuah tantangan. Pantang menyerah tanpa harus di-intervensi oleh kepentingan lain di luar pekerjaan yang dihadapi/dilakukan. Pendek kata, seorang profesional selalu menjiwai pekerjaan, bekerja secara terus-menerus hingga apa yang dilakukan benar-benar selesai.

-          Pelayanan umum

Pekerjaan yang ditekuni bermanfaat untuk kepentingan umum. Maksudnya, apa yang dilakukan/dikerjakan kalangan profesional bukan semata untuk dirinya sendiri, melainkan untuk memenuhi kepentingan lebih luas dan memberikan pelayanan kepada siapa saja yang memerlukan. Hasil kerja dapat dinikmati berbagai kalangan melalui pelayanan berkualitas. Singkat kata, mengingat pelayanan bersifat umum dan memenuhi kebutuhan publik, maka “bayaran” layak diperoleh atas keahlian yang telah dilakukan tersebut.

-          Kode etik

Untuk memenuhi kelayakan seseorang dapat disebut profesional bilamana dalam menjalankan pekerjaan (profesinya) selalu terkait tanggung jawab moral. Etika merupakan salah satu atribut yang melekat dan tercermin melalui sikap atau perilaku dalam setiap pekerjaan yang dihadapi. Pertimbangan atas dampak (terutama dampak negatif) yang akan terjadi selalu menjadi fokus perhatian. Dalam pengambilan keputusan tidak gegabah, kelayakan dan kepatutan untuk bertindak menjadikan “self censorship” sehingga pekerjaan menjadi pantas dilakukan. Kalanganprofesional biasanya memiliki perkumpulan atau organisasi profesi, antara lain untuk mengawasi bilamana di kemudian hari bermasalah, apakah pekerjaan yang dijalankan sudah sesuai kode etik profesi yang telah disepakati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini