PROFESI KEHUMASAN DALAM DAKWAH ISLAM
A. Profesi Kehumasan Dalam Dakwah Islam
Pada masa sekarang
ini kegiatan atau praktik-praktik hubungan masyarakat (kehumasan) semakin sulit
dipisahkan dengan kehidupan bisnis, organisasi-organisasi, dan dalam kehidupan bermasyarakat
umum. Kegiatan kehumasan banyak dilakukan untuk ikut serta membantu mencapai
berbagai macam tujuan individu, kelompok, maupun organisasi.
Humas adalah
kegiatan manajemen komunikasi antara sebuah organisasi, lembaga, dengan
berbagai macam publiknya. Elemen dasar dari kegiatan kehumasan yaitu,
manajemen, komunikasi, organisasi, dan publik. Peranan humas yang dibutuhkan
untuk membangun sebuah hubungan baik dengan publik. Dalam kegiatan dakwah islam
sering identik dengan keterwakilannya atas kepentingannya pada suatu forum
dakwah. Kemampuan dalam menganalisis berbagai masalah dan kendala dalam
kegiatan dakwah dapat meminimalisir dampak negatif yang dapat timbul dari
pandangan publik.
Public
Relations dalam islam dapat dikatakan sebagai dakwah pengenalan islam. Dalam
perannya sebagai penghubung publik, seorang humas harus mampu memunculkan dan
menciptakan citra positif didepan publik terhadap forum dakwah yang
dinaunginya. Mempublikasi informasi mengenai kegiatan dakwah, dan memastikan
keterlibatan publik terhadap kegiatan dakwah yang dilaksanakan.
Agama selain mengajarkan pengikutnya untuk menjalin hubungan dengan
sang khalik (hablumminallah), juga memberikan tuntutan kepada umatnya untuk
melakukan hubungan yang baik dengan sesama (hablumminannas). Menjaga hubungan
baik dengan orang lain dalam islam dapat dimaknai sebagai silaturahmi. Saling
menghargai dan menghormati kepentingan yang dimiliki akan mencapai sebuah
pemahaman terhadap sesama.
B.
Prinsip PR dalam Islam
1.
Kejujuran
Dalam hal ini seorang PR tidak boleh
berbohong. Karena ini merupakan prinsip kerja PR yang paling mendapat
perhatian. PR boleh saja mempunyai harapan yang tinggi untuk mendapatkan citra
terbaik untuk organisasi, tetapi cita-cita tersebut harus diraih dengan
penghormatan terhadap profesinya dengan tidak melakukan kebohongan. Kejujuran
dalam islam memiliki kedudukan yang penting, sebab dengan adanya kejujuran
kebenaran dapat ditegakkan.
2.
Mendengarkan Pelanggan
Dalam sebuah proses komunikasi untuk
memperoleh umpan balik, maka mendengar adalah salah satu tahapan komunikasi
yang harus memperoleh perhatian lebih. Terlebih PR bertugas menjalin komunikasi dengan publik.
Mengamati bagaimana eksistensi publik dalam kegiatan dakwah.
3.
Transparan
Prinsip transparan berpengaruh terhadap kepercayaan
masyarakat. Sesuatu yang sudah disampaikan dan menjadi ranah publik akan
menjadi sumber masalah jika apa yang disampaikan tidak sesuai. Prinsip ini
menekan apa yang sesuai dengan realitas yang ada jangan ditutup-tutupi, dan
jangan melebih-lebihkan.
4.
Management
Islam mengajarkan pentingnya perencanaan
dalam hidup, sebab perencanaan adalah proses paling awal dalam mencapai suatu
tujuan. Perencanaan terhadap kegiatan dakwah dapat menjadi bahan evaluasi
tentang seberapa besar keberhasilan dan kegagalan, kelebihan dan kekurangan
suatu proses dan hasilnya.
5.
Melakukan yang terbaik dan bertanggungjawab terhadap profesi yang
dijalani.
Sebagai PR, tentu memerlukan pemikiran dan
sikap yang tenang, tidak gegabah. PR sering dihadapkan terhadap pengambilan keputusan
penting organisasi yang tentunya memerlukan pemikiran tenang dan analisa yang
mendalam.
C.
Etika Humas Dalam Perspektif Islam
Etika yang
dimaksud adalah norma-norma tingkah laku yang baik dilakukan dalam berinteraksi
dengan orang lain dalam perbuatan ataupun komunikasi, dalam hal hubungan di
suatu institusi lebih banyak dikatakan dengan komunikasi untuk mencapai suatu
tujuan dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu diperlakukannya sebuah tehnik
komunikasi yang baik dengan sikap
santun, ramah, tegas, dan benar.
Konsep management
kehumasan dalam perspektif islam yaitu mengambil contoh Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana tingkah laku beliau, akhlak, kejujuran dalam perkataan, dan
komunikasinya dalam menghadapi masyarakat.
Keberhasilan Nabi
Muhammad SAW dalam menstranformasikan nilai-nilai al-Qur’an itu dilandasi sikap
yang beliau miliki yaitu tabligh, shiddiq, amanah, dan fathonah. Konsep dasar
humas dalam konteks al-Qur’an dan hadits dititik beratkan terhadap pelaku dan
penggerak organisasi, serta bagaimana berhubungan dengan masyarakat.
Ada empat hal yang
harus dilakukan dalam tugas kehumasan yang harus dilakukan dan direncanakan
yaitu:
1.
Melakukan pengamatan dan menganalisis setiap permasalahan yang
menjadi kepentingan oleh organisasi maupun lembaga dakwah.
2.
Harus mampu melakukan komunikasi dua arah yang bermanfaat bagi dua
belah pihak, artinya sama sama menguntungkan, seimbang dan tidak berat sebelah.
3.
Mempengaruhi dan menciptakan opini publik yang akan menguntungkan
bagi organisasi maupun lembaga dakwah.
4.
Melakukan hubungan kerjasama yang baik yang didasari rasa saling
percaya dengan perorangan, maupun instansi terkait.
Komentar
Posting Komentar