Langsung ke konten utama

Pertemuan 3 : Humas / PR Sebagai Profesi Dan Menunjukkan Penguasaannya

 “ Humas / PR Sebagai Profesi Dan Menunjukkan Penguasaannya”

 

A.    Fungsi dan Tugas Pokok

 

1.      Pengertian dan Fungsi Humas

Pada dasarnya, humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlakukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang nonkomersial. Peranan humas dalam sebuah organisasi berkaitan dengan tujuan utama dan fungsi-fungsi menajemen perusahaan. Fungsi dasar manajemen tersebut merupakan suatu proses kegiatan atau pencapaian suatu tujuan pokok dari organisasi atau lembaga dan biasanya berkaitan dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki oleh organisasi atau lembaga tersebut. kegiatan humas sebenarnya harus dilaksanakan oleh Pemimpin organisasi sendiri. Akan tetapi, oleh karena publik yang menjadi sasaran kegiatan terlalu banyak jumlahnya, baik yang berada didalam maupun diluar organisasi, maka dibentuklah suatu bagian khusus untuk melaksanakan kegiatan itu, dengan nama bagian humas, seksi humas, biro humas, urusan humas atau istilah-istilah lain sesuai denga struktur organisasi bersangkutan.

Fungsi humas dirumuskan sebagai berikut :

1) Menunjang kegiatan manajenem dalam mencapai tujuan organisasi.

2) Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik

publik ekstern maupun intern.

3) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan

informasi dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik

kepada organisasi.

2.      Tugas pokok Humas

a.       Menyelengarakan dan bertangung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tulisan, melalui gambar (Visual) kepada public.

b.      Monitor, merekam dan megevaluasi tanggapan serta pendapat umum suatu masyarakat.

c.       Memperbaiki citra perusahaan.

d.      Tanggung jawab sosial (social responsibility).

e.       Komunikasi.

Adapun ciri-ciri humas itu sendiri :

a.       Komunikasi yang dilakukan berlangsung dua arah secara timbal balik.

b.      Kegiatan yang dilakukan terdiri atas penyebaran informasi penggiatan persuasi dan pengkajian pendapat umum.

c.       Efek yang diharapkan adalah terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi dan khalayak.

Dari penjelasan diatas dapat dijabarkan bahwa seorang humas harus mampu mengidentifikasikan pembentukan dan pemeliharaan hubungan yang baik yang saling menguntungkan atau hubungan timbal balik antara organisasi dengan publiknya sebagai basis moral dan etis dari profesi humas. Dalam kehidupan berorganisasi humas sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi.

B.     Peluang dan Kebutuhan Profesi Humas

 

Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi. Humas merupakan upaya terencana untuk mempengaruhi opini melalui kinerja tanggung jawab sosial dan dapat diterima, berdasarkan komunikasi dua arah yang saling memuaskan.” Humas dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan karyawan, pelanggan, investor, pemilih, atau masyarakat umum. Publik dianggap sebagai penghubung antara perusahaan dan media.

 

Adapun kebutuhan yang dimiliki profesi Humas antara lain :

1)      Arsitek Komunikasi

Sebagai arsitek, praktisi PR harus menguasai konsep-konsep komunikasi, strategi komunikasi, dan siap mengeksekusi program komunikasi sesempurna mungkin. menjalani profesi PR harus menyadari bahwa jatidirinya menjadi cerminan profesinya. Saat dia akan membangun citra positif, segala yang melekat dan tindakan yang dilakukan harus berlandaskan harapan terciptanya hal-hal positif.

2)      Keahlian berkomunikasi

Keahlian dalam berkomunikasi ini terlihat dari kemampuan membuat orang nyaman diajak bicara, mengajak orang bisa mengungkapkan diri, serta bisa menyampaikan pesan atau ide ke orang dengan efektif. Kemampuan ini juga menjadi modal awal para PR untuk menciptakan jaringan, baik dengan klien atau media.

3)      Media Relation

Kemampuan media relations juga menjadi modal dasar lainnya, bagi praktisi public relations. Oleh karena itu, seorang praktisi PR harus mempunyai pemahaman pengetahuan dan ketrampilan untuk mengenal media dengan baik. Mereka harus mengenal media konvensional, sosial, dan apa pun jenis media itu, beserta karakter masing-masing. Misalnya, jam
deadline, jenis-jenis media yang cocok dengan tujuan yang ingin dicapai klien, gaya dan keunikan. termasuk preferensi masing-masing media.

4)      Bisa Menulis

seorang praktisi PR juga dituntut memiliki kemampuan tulis menulis.

5)      Piawai Bernegosiasi

Kemampuan negosiasi ini penting, karena praktisi PR bukan hanya bernegosiasi dengan klien. Ketika mengadakan event tertentu, mereka juga harus menghadapi banyak pihak. selain itu, kemampuan negosiasi juga diperlukan ketika para praktisi PR ini harus mencari atau mendapatkan proyek-proyek baru. semakin baik kualitas dalam menangani sebuah kegiatan atau mencari solusi terhadap suatu masalah, akan makin besar peluang klien untuk memperpanjang kontrak. Tentu saja, ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi agensi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 5 : Jobdes Proesi Kehumasan

  JOBDES PROFESI KEHUMASAN Jobdes merupakan kepanjangan dari Job Description. Job description atau uraian jabatan atau gambaran tugas adalah suatu pernyataan tertulis yang berisi tujuan dari dibentuknya suatu jabatan/tugas. Uraian ini berisi gambaran tentang apa yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan, bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, alasan-alasan mengapa pekerjaan tersebut dilakukan, hubungan antara suatu posisi tertentu dan posisi lainnya di luar lingkup pekerjaannya dan di luar organisasi (eksternal) untuk mencapai tujuan unit kerja dan perusahaan secara luas. Public Relations/PR atau yang dikenal dengan humas merupakan profesi yang berperan sebagai jembatan komunikasi berbagai pihak. Humas harus paham betul konsep komunikasi, sehingga bisa menyusun strategi komunikasi dan siap mengeksekusi setiap program komunikasi dengan sebaik-baiknya. Seorang humas juga dituntut untuk cakap dalam membangun hubungan timbal balik dengan para stakeholder supaya tujuan...