Manajemen Komunikasi Krisis Dalam Profesi Kehumasan
Sudah tidak asing lagi dengan kata krisis. Kita mendengar kata krisis secara spontan pasti tertuju pada suatu permasalahan yang terjadi. Di dalam profesi kehumasan pastinya pernah mengalami suatu krisis komunikasi, entah di ekternal maupun ekternal perusahaan. Oleh sebab itu, pentingnya manajemen komunikasi krisis dalam profesi kehumasan. Komunikasi krisis sangat penting di lakukan oleh profesi kehumasan di perusahaan maupun pemerintah, untuk memberikan suatu informasi yang jelas dan melakukan penyaringan terhadap informasi-informasi yang dibutuhkan. Perlunya komunikasi intens dengan publik, karena di takutkan adanya informasi-informasi yang simpang siur dan masih diragukan kevalidannya. Jadi profesi kehumasan harus segera melakukan komunikasi, entah melalui media atau dengan terjun langsung di lapangan. Inilah salah satu bentuk dari manajemen komunikasi krisis.
Dengan diterapkannya komunikasi krisis tersebut, maka diharapkan organisasi atau perusahaan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan informasi yang disampaikan. Selain itu, terkadang terjadinya krisis dapat menjadikan suatu kelompok atau organisasi itu menjadi baik atau buruk tergantung kepada sikap dan tindakan yang diambil oleh pihak manajemen dari suatu kelompok atau organisasi tersebut. Oleh sebab itu sebelum melakukan komunikasi krisis kepada publik, perlu melakukan manajemen krisis. Dimana manajemen krisis di sini merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan beberapa strategi, cara atau teknik apa yang akan dilakukan untuk menangani suatu krisis yang telah terjadi.
Prinsip pertama dalam manajemen krisis yaitu berorientasi pada keselamatan publik, public relations uga menerapkan strategi komunikasi krisis antara lain:
1. Mengurangi resiko muncul kepanikan publik.
2. Mengurangi kekwatiran yang dirasakan publik.
3. Mengurangi spekulasi-spekulasi khususnya di awal-awal krisis.
4. Melindungi perusahaan dari kritik-kritik spekulasi yang biasanya muncul dari diskursus publik di media massa.
5. Bersikap dapat dipercaya, keterbukaan, dan komunikasi berbasis kesinambungan kepentingan.
6. Di desain untuk meminimalkan kerusakan pada citra organisasi.
Komentar
Posting Komentar