Tahun 2020 ini memang merupakan tahun yang cukup berat bagi saya. Di tahun ini, Indonesia bahkan seluruh negara di dunia harus menghadapi wabah pandemi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun, di akhir tahun ini, ada sedikit harapan untuk mengakhiri pandemi karena vaksin mulai ditemukan.
Pemerintah tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh nya masing-masing. Dari mulai menerapkan 3M, yakni mencuci tangan secara berkala dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan memakai masker, serta menerapkan kebiasaan pola hidup sehat, dan mengurangi beberapa aktivitas di luar rumah.
Meski saat ini kita melakukan sesuatu hanya dari rumah, seperti bekerja, kegiatan belajar dan mengajar. Tentu tak lupa kita harus selalu fit dan memperhatikan kondisi imun tubuh. Seperti istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan sehat, dan bisa juga olahraga kecil yang bisa dilakukan didalam rumah. Nah, salah satu olahraga yang bisa menjadi alternatif saat pandemi yang bisa dilakukan di luar rumah tanpa harus berkerumun adalah bersepeda.
Di masa pandemi, olahraga bersepeda digandrungi banyak orang. Bersepeda memang memiliki manfaat yang besar yaitu bisa membuat tubuh lebih bugar dan meningkatkan imunitas. Namun, jika pandemi ini berakhir akankah tren dan kebiasaan sepeda juga berakhir?
Jika melihat manfaat yang kita dapatkan dari bersepeda, sebaiknya kebiasaan gowes ini tetap diteruskan meski nantinya pandemi ini akan usai. Melansir dari Cycling Weekly dan beberapa sumber lain, ada empat manfaat gowes yang bisa menjadi alasan kuat untuk kita tetap meneruskan hobi gowes meski pandemi berakhir.
Yang Pertama Gowes bisa Turunkan Berat Badan
Bagi kita yang sedang ingin menurunkan berat badan, olahraga sepeda bisa menjadi salah satu caranya. Bersepeda bisa membakar kalori antara 400 hingga 1.000 per jam, tergantung intensitas dan berat badan pegowes. Untuk menurunkan berat badan secara maksimal, kamu harus pastikan kalori yang keluar dari bersepeda lebih besar dari kalori yang masuk dari makanan. Nah, kegiatan bersepeda ini cocok sekali bagi kita yang terlanjut naik BB akibat di rumah saja.
Yang Kedua Gowes bisa Perbaiki Kualitas Tidur
Bersepeda juga bisa meningkatkan kualitas tidur kita, loh. Peneliti dari University of Georgia menemukan penurunan kebugaran dapat mengakibatkan masalah tidur. Sementara itu, bersepeda bisa meningkatkan kebugaran tubuh. Saat pandemi berakhir dan kita sudah mulai beraktivitas seperti biasa maka kualitas tidur harus benar-benar dijaga agar tak berpengaruh buruk pada aktivitas kita.
Yang Ketiga Gowes bisa Perkuat Imunitas
Gowes memang bisa meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh. Inilah alasan bersepeda merupakan olahraga yang relevan dilakukan saat pandemi. Namun, jika pandemi berakhir, aktivitas ini justru harus diteruskan agar tubuh kita tetap sehat dan bugar. Jangan sampai pandemi telah usai tapi tubuh kita malah jadi gampang sakit gara-gara jarang berolahraga.
Yang Keempat nih Gowes bisa Kurangi Risiko Jantung Koroner
Studi terbaru dari University of Glasgow menyebutkan lebih dari 260.000 orang yang bersepeda ke tempat kerja dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner atau kanker sebesar 46%. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih lima tahun.
Selama bersepeda, jantung kita akan berdetak lebih cepat dari biasanya sehingga akan meningkatkan fungsi jantung. Selain bersepeda, cara mengurangi risiko penyakit jantung yaitu dengan menghindari rokok dan minuman beralkohol, mengonsumsi makanan yang bergizi serta menjaga kadar kolesterol.
Menjaga kadar kolesterol agar berada di angka yang normal penting dilakukan karena jika kadar kolesterol tinggi maka bisa menyebabkan penumpukan pada dinding arteri dan menyumbat aliran darah ke jantung. Jika tersumbat total maka bisa menyebabkan serangan jantung.
Nah itulah mengapa alasannya di saat pandemi ini sampai nantinya pandemi ini usai kita harus tetap meneruskan kegiatan bersepeda kita agar kita tetap bugar dan imunitas tubuh terjaga.


Komentar
Posting Komentar